Stefanus Iwan Listiyantoro: TETAP TENANG Metal Set - Link Select

6.23.2012

TETAP TENANG


 
Siapa yang tidak marah melihat tempat ibadah Saudara kita dibakar? Siapa yang tidak sakit hati melihat barang berharga milik kita dirusak? Itulah pertanyaan dan perasaan dari banyak murid Kristus akhir-akhir ini. Sedih dan marah.
Memang benar, ada banyak peristiwa yang memprihatinkan di negara ini tentang kerukunan hidup umat beragama memadati pemberitaan media. Pendeta ditusuk, gereja disegel, sekolahan dipaksa ditutup, bahkan ada pembakaran dan pembunuhan. Mengatasnamakan agama lalu mengancam, menakut-nakuti, merusak bahkan membunuh. Seperti hidup di tempat yang tidak ada peradaban dan tidak ada perlindungan. Rasa-rasanya orang Kisten pantas membenci dan membalas.
Namun ternyata tidak seperti itu yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Dalam kotbah di bukit, Dia meruntuhkan pemahaman umum bahwa musuh harus dibenci, dan yang menganiaya harus dibalas setimpal dengan perbuatannya. Perintah untuk mengasihi tidak sebatas kepada orang yang baik dan mengasihi kita, tetapi kepada orang yang membenci kitapun harus tetap mengasihi. Perintah untuk mendoakan tidak hanya kepada orang yang menaruh kebaikan dan hormat kepada kita, tetapi bahkan kepada orang yang menganiaya kita. Sungguh ajaran yang berbeda. Sungguh luar biasa. “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9). Karena itu, tetaplah tenang.

SIL

 
ans!!