Stefanus Iwan Listiyantoro: KATA-KATA DOA Metal Set - Link Select

6.24.2012

KATA-KATA DOA

Kata-kata dalam doa merupakan ungkapan rasa batin kita. Sesuatu yang sangat pribadi, sehingga bahasa atau ungkapannya juga bersifat pribadi. Mungkin bahasanya akan seperti bahasa seorang anak yang sedang mengobrol dengan bapaknya, atau anak ‘curhat’ dengan sahabatnya. Ungkapannya pun bermacam-macam: ada ungkapan pujian syukur atas berbagai kebesaran dan kebaikan Tuhan, ada ungkapan pengakuan ketidaklayakan kita, seruan permohonan ini-itu, dan lain-lain.

Namun, kadang-kadang, kita tidak bisa mengatakan apa-apa kepada Tuhan alias hanya diam. Coba diingat bagaimana doa kita ketika dalam pergumulan yang berat, misalnya sedang sakit. Bisa ungkapannya berupa tetesan air mata atau hanya tangisan. Pada jamannya, Rasul Paulus pun pernah menunjukkan bagaimana kondisi itu. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma disampaikan “… sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Roma 8:26). Hal ini menunjukkan kelemahan kita yaitu tidak memadainya ungkapan batin kita kepada Tuhan. Namun dikemukakan pula, bahwa di tengah keadaan ketika rasa batin  tidak bisa diungkapkan dalam kata-kata, ternyata Roh membantu kita dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Roh Kudus ternyata mendengar keluh kesah kita kepada Allah.

Kehadiran Roh Kudus dalam pengalaman hidup kita menjadi kebutuhan yang diharapkan memampukan kita menghadapi berbagai pergumulan.  Ia sudah hadir, maka rasakanlah tuntunan-Nya. Bagaikan nafas buatan di waktu kesesakan, kehadiran-Nya sungguh melegakan kita.                                 SIL
 
ans!!