Kita akan protes, jika ibu lupa membuang
sayur basi di atas meja. Ibu pun akan marah, jika kaos kaki yang sudah seminggu
kita dipakai diletakkan di dekat tempat tidurnya. Keduanya tidak indah
dilihat: kotor, tidak enak dirasa, juga menyebabkan udara tidak sedap untuk
dihirup. Kita jijik dan menganggap sayur basi dan kaos kaki itu kotor.
Lalu hal-hal apa yang menyebabkan Allah jijik
dan menganggap kotor?
Tuhan Yesus menjelaskan di dalam Injil Markus
7:20-23 Kata-Nya lagi: "Apa yang
keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati
orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan,
keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan,
kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."
Pengajaran ini diberikan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan bahwa yang
membuat manusia cemar dan najis di muka Tuhan adalah karena hal-hal tidak baik dipikirkan dalam hati, dan
kemudian dinyatakan melalui perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Ini berbeda
dari ajaran para Farisi dan ahli Taurat yang mengutamakan aturan-aturan
keagamaannya. Mereka menganggap, bahwa makan dengan tangan yang tidak dibasuh
menurut peraturannya yang membuat seseorang najis di hadapan Tuhan. Tuhan lebih menekankan hati dari pada sekedar
aturan dan upacara keagamaan yang mengesampingkan batin yang bersifat susila dan
rohani .
Tuhan
mengetahui, bahwa banyak macam kejahatan meraja ela di dunia. Sebagai
pengikutNya, kita patut meminta pertolongan Tuhan supaya dapat luput dari
kejahatan-kejahatan yang sangat mencemarkan dan menajiskan di muka
Tuhan.
