Stefanus Iwan Listiyantoro: Tak gendong kemana-mana! Metal Set - Link Select

6.18.2012

Tak gendong kemana-mana!


Tak gendong kemana-mana… mantep dong, enak dong.
Daripada naik pesawat kedinginan, mendingan tak gendong, ayooooooo!
Tak gendong kemana-mana… mantep dong, enak dong
Dari pada naik taksi kesasar, mendingan tak gendong!
Were are you going, oke I am hoking..

Lirik lagu di atas berjudul “Tak Gendong Kemana-mana” dinyanyikan oleh almarhum Mbah Surip. Menggambarkan kasih seseorang kepada orang yang disayangi, yang diwujudkan dengan mendukung di belakang (di pinggang). Jika dibandingkan naik pesawat ataupun taksi, digendong akan lebih mantap dan enak.

Begitu pula, Allah akan menggendong umatNya. Waktu itu, umat Tuhan mengalami keputusasaan karena mengalami pembuangan di Babel. Dalam keadaan kesesakan itu mereka mulai ragu akan kasih Tuhan, seakan-akan Allah telah meninggalkan mereka. Tetapi melalui nabi Yesaya, Allah memberi peneguhan tentang harapan kelepasan kepada umat. Mereka pasti ditolong dan dibebaskan. “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu” (Yesaya 46:4). Demikian firmanNya. Oleh karena itu, mereka harus mengandalkan Tuhan yang setia pada pilihan-Nya.

Sering dalam menjalani hidup, kita juga merasakan kesesakan, menanggung beban, menghadapi berbagai persoalan berat. Entah itu dalam kehidupan berkeluarga, kesehatan, pendidikan, pergaulan, pasangan hidup, dan lain-lain. Siapa yang kita andalkan? Diri kita sendiri? Orang lain? Tentu saja mengandalkan Tuhan yang setia pada umatNya. Sebab Ia akan mendukung kita dan memberi kelepasan dengan lebih mantap dan enak. Tak gendong!                              SIL.
 
ans!!