|
N
|
ol adalah angka yang menunjukkan tidak
ada kenyataan. Maka pada hari Lebaran sering kita mendengar Saudara kita mengatakan, “Nol, nol ya!”. Orang meminta
maaf, yang lain memberi maaf sehingga
hasilnya nol-nol. Artinya sudah tidak ada kesalahan yang disimpan dalam hati
masing-masing orang itu.
Lalu
bagaimana dengan sikap hidup kita selaku murid-murid Tuhan Yesus? Berapa kali
setahun kita memberi maaf? Sampai berapa kali batas untuk mengampuni sesama
kita?
Petrus
pernah menyangka bahwa ada batas untuk hal mengampuni. Sangkanya bahwa
mengampuni tujuh kali sudahlah hebat dan cukup. Dikisahkan dalam Injil Matius
18:20-21 demikian: Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai
berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?
Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya:”Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan
sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Maksud
dari jawaban Tuhan menyebut angka tujuh puluh kali tujuh adalah mengampuni
tanpa batas. Tanpa batas bisa digambarkan seperti melihat langit yang tinggi,
tanpa batas tingginya. Begitu pula pengampunan yang semestinya kita berikan
kepada sesama, tanpa terhitung jumlahnya. Kenapa? Karena dosa kita yang banyak sudah
tidak diperhitungkan lagi oleh Tuhan, artinya Tuhan sudah lebih dahulu memberi
pengampunan kepada kita. Sewajarnya kita memberi pengampunan kepada sesama yang
melakukan
kesalahan kepada kita.
Setiap orang yang mengaku dirinya murid
Tuhan hidupnya ditandai oleh kerelaan saling mengampuni. Setiap saat, tanpa
batas. SIL.